PERAN PEMUDA SEBAGAI CALON PEMIMPIN MASA DEPAN
BANGSA INDONESIA
Sehari-hari
saya sudah terbiasa dengan suasana rumah yang agak bising karena berada di
samping jalan raya Kuningan-Cirebon. Saya besar dan terlahir di kabupaten kecil
ujung timur Jawa Barat, Kabupaten Kuningan pada tanggal 5 Juli 1997. Bernama
lengkap Willy Bambang Sadewo (Iyo), saya merupakan anak ke-3 dari 4 bersaudara.
Saya memiliki saudara kembar yang sedang berkuliah semester 5
di prodi Oceanografi ITB. Kakak pertama saya yang awalnya kuliah di Akamigas Balongan, Indramayu, memutuskan untuk pindah kuliah
ke prodi teknik mesin Universitas 17 Agustus Cirebon. Sementara adik saya,
si anak perempuan satu-satunya masih bersekolah kelas X di SMA Negeri
dekat rumah.
Alhamdulillah,
sekarang saya sedang menempuh prodi Teknik Mesin dan Biosistem, Fakultas Teknologi
Pertanian, IPB dan memasuki semester 5.
Sekarang saya bertempat tinggal di Asrama reguler
Sylvapinus IPB. Ayah saya adalah seorang guru SMP,
sementara ibu saya adalah ibu rumah tangga. Untuk memenuhi kebutuhan
sehari-hari, selain dari gaji yang diterima ayah, keluarga juga memiliki usaha
sendiri yakni warung bakso dan mie ayam. Biasanya jika ayah sedang tidak ada di
rumah, maka ibu dan anak-anaknya lah yang membantu melayani pembeli. Semenjak
saya dan saudara kembar saya berkuliah, beban ibu di rumah terlihat semakin
berat. Karena di rumah tidak ada pembantu dan karyawan, alasannya supaya tidak
harus mengeluarkan honor.
Selama
kami bersekolah hingga sekarang, banyak masalah yang dihadapi
keluarga terutama masalah keuangan. Saya kurang memahami pengelolaan keuangan
keluarga, tapi yang saya tahu adalah tagihan bank setiap bulannya yang besar
membuat orangtua harus memutar otak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,
ditambah dengan biaya sekolah. Alhamdulillah selama di SMA,
saya dan saudara kembar saya dibantu oleh beberapa guru dan alumni untuk
masalah pembiayaan, walaupun tidak sepenuhnya tapi cukup membantu.
Oleh karena itu, saya
berusaha mencari beasiswa pendidikan untuk
membantu meringankan beban orangtua dalam masalah keuangan, apalagi kakak
pertama saya belum
mendapat beasiswa kuliah. Selain mencari beasiswa, selama di
kampus juga saya berjualan makanan ringan dan mengajar les privat untuk
menambah uang saku. Saya sangat mengharapkan bisa memperoleh beasiswa, karena jika tidak, saya
bingung menyelesaikan masalah keuangan, terutama biaya UKT. Kampus IPB memang tidak akan mengeluarkan mahasiswanya yang terkendala
biaya, namun ada sanksi non aktif bagi yang terlambat menyelesaikan
administrasi tersebut. Saya sangat berharap bisa lebih mandiri dan dapat
menjadi pemimpin yang berkarakter bagi Indonesia.
Bangsa
Indonesia sangat membutuhkan peran pemuda yang memiliki visi membawa Indonesia
ke arah yang lebih baik. Tentunya butuh kesadaran dari tiap individu untuk
mewujudkan Indonesia yang hebat. Indonesia yang dimimpikan oleh seluruh
masyarakat. Oleh karena itu, perlu adanya penggerak dan leader bagi kemajuan
bangsa ini.
Bangsa Indonesia harus sudah siap untuk bersaing dengan
masyarakat ASEAN lainnya. Ini menjadi ajang bagi mahasiswa untuk menunjukkan
perannya di masyarakat. Bukan hanya sebagai mahasiswa yang apatis terhadap
kondisi lingkungannya. Kemudian,
mahasiswa sebagai pengontrol pemerintah aktif menyuarakan aspirasinya lewat
tulisan maupun aksi nyata. Itulah yang saya ingin lakukan dalam memberikan
peran aktif bagi masyarakat dan bangsa. Karena bangsa yang hebat bukan hanya
yang menghargai jasa pahlawannya. Tetapi bangsa yang hebat adalah bangsa dengan
pemuda yang aktif meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan bangsa. Pemuda yang
tidak apatis, peduli terhadap orang lain dan mampu menjatuhkan orang-orang di
pemerintahan yang menyimpang dari kewenangannya. Walaupun seseorang tidak
menjadi pengurus lembaga kemahasiswaan, bukan menjadi alasan untuk tidak
menyuarakan aspirasinya. Berusahalah untuk aktif ikut serta menentang kebijakan
pemerintah yang merugikan rakyat.
Setelah lulus nanti, saya berencana kembali ke
kampung halaman atau merantau di luar Jawa untuk mengembangkan ilmu yang telah
didapatkan di bangku perkuliahan. Masih banyak daerah-daerah yang perlu
mendapatkan perhatian pemerintah. Oleh karena itu, harapannya kepada para
pemuda untuk bisa mengembangkan potensi keilmuannya di daerah masing-masing.
Karena potensi daerah Indonesia ini sangat besar. Amat disayangkan jika setelah
lulus nanti, pemuda ikut mencari pekerjaan ke ibukota. Ubahlah mindset kita
bahwa para pemuda bukan hanya mencari pekerjaan, tetapi menciptakan pekerjaan
bagi kemajuan bangsa Indonesia ini. Karena Indonesia membutuhkan
entrepreneur-entrepeneur berjiwa sosial tinggi. Maju terus bangsaku menuju
Indonesia sejahtera dan bermartabat.
Beberapa mimpi saya yang ingin dicapai antara lain
berkarier di PT Astra International bagian agroindustri, mengembangkan usaha
agroindustri di daerah tempat tinggal saya, dan mampu menjadi pemimpin di Jawa
Barat, khususnya Kabupaten Kuningan. Saya ingin berkontribusi bagi Indonesia
minimal dari daerah sendiri, sumber daya alam yang melimpah di Kabupaten
Kuningan sudah seharusnya dikenal oleh Bangsa Indonesia. Melalui pengembangan
mekanisasi di bidang pertanian, umumnya pertanian dalam arti luas. Saya ingin
membuktikan bahwa putra daerah Kuningan mampu bersaing dengan orang-orang kota
untuk mengembangkan alat ataupun pengolahan hasil pertanian yang produktif dan
berkelanjutan. Mulai dari diri sendiri, mulai dari hal kecil untuk melakukan
perubahan bagi Indonesia. Dengan aktif di kegiatan keilmiahan, mengikuti lomba
inovasi, konferens, kongres, serta aktif dalam kegiatan kemahasiswaan Nasional
khususnya di bidang keteknikan pertanian merupakan bentuk kontribusi saat ini
sebelum ke arah yang lebih luas. Mimpi terbesar saya bagi Indonesia adalah
memajukan teknologi pertanian Indonesia melampaui Jepang, Belanda, dan Amerika
Serikat. Petani menjadi sejahtera menuju Indonesia Adidaya.
great
BalasHapus