Kamis, 15 September 2016

Baituzzakah Pertamina

PERAN PEMUDA SEBAGAI CALON PEMIMPIN MASA DEPAN

BANGSA INDONESIA

            Sehari-hari saya sudah terbiasa dengan suasana rumah yang agak bising karena berada di samping jalan raya Kuningan-Cirebon. Saya besar dan terlahir di kabupaten kecil ujung timur Jawa Barat, Kabupaten Kuningan pada tanggal 5 Juli 1997. Bernama lengkap Willy Bambang Sadewo (Iyo), saya merupakan anak ke-3 dari 4 bersaudara. Saya memiliki saudara kembar yang sedang berkuliah semester 5 di prodi Oceanografi ITB. Kakak pertama saya yang awalnya kuliah di  Akamigas Balongan, Indramayu,   memutuskan untuk pindah kuliah ke prodi teknik mesin Universitas 17 Agustus Cirebon. Sementara adik saya, si anak perempuan satu-satunya masih bersekolah kelas X di SMA Negeri dekat rumah.
            Alhamdulillah, sekarang saya sedang menempuh prodi Teknik Mesin dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, IPB dan memasuki semester 5. Sekarang saya bertempat tinggal di Asrama reguler Sylvapinus IPB. Ayah saya adalah seorang guru SMP, sementara ibu saya adalah ibu rumah tangga. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, selain dari gaji yang diterima ayah, keluarga juga memiliki usaha sendiri yakni warung bakso dan mie ayam. Biasanya jika ayah sedang tidak ada di rumah, maka ibu dan anak-anaknya lah yang membantu melayani pembeli. Semenjak saya dan saudara kembar saya berkuliah, beban ibu di rumah terlihat semakin berat. Karena di rumah tidak ada pembantu dan karyawan, alasannya supaya tidak harus mengeluarkan honor.
            Selama kami bersekolah hingga sekarang, banyak masalah yang dihadapi keluarga terutama masalah keuangan. Saya kurang memahami pengelolaan keuangan keluarga, tapi yang saya tahu adalah tagihan bank setiap bulannya yang besar membuat orangtua harus memutar otak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ditambah dengan biaya sekolah. Alhamdulillah selama di SMA, saya dan saudara kembar saya dibantu oleh beberapa guru dan alumni untuk masalah pembiayaan, walaupun tidak sepenuhnya tapi cukup membantu.
Oleh karena itu, saya berusaha mencari beasiswa pendidikan untuk membantu meringankan beban orangtua dalam masalah keuangan, apalagi kakak pertama saya belum mendapat beasiswa kuliah. Selain mencari beasiswa, selama di kampus juga saya berjualan makanan ringan dan mengajar les privat untuk menambah uang saku. Saya sangat mengharapkan bisa memperoleh beasiswa, karena jika tidak, saya bingung menyelesaikan masalah keuangan, terutama biaya UKT. Kampus IPB memang tidak akan mengeluarkan mahasiswanya yang terkendala biaya, namun ada sanksi non aktif bagi yang terlambat menyelesaikan administrasi tersebut. Saya sangat berharap bisa lebih mandiri dan dapat menjadi pemimpin yang berkarakter bagi Indonesia.
Bangsa Indonesia sangat membutuhkan peran pemuda yang memiliki visi membawa Indonesia ke arah yang lebih baik. Tentunya butuh kesadaran dari tiap individu untuk mewujudkan Indonesia yang hebat. Indonesia yang dimimpikan oleh seluruh masyarakat. Oleh karena itu, perlu adanya penggerak dan leader bagi kemajuan bangsa ini.  
            Bangsa Indonesia harus sudah siap untuk bersaing dengan masyarakat ASEAN lainnya. Ini menjadi ajang bagi mahasiswa untuk menunjukkan perannya di masyarakat. Bukan hanya sebagai mahasiswa yang apatis terhadap kondisi lingkungannya.  Kemudian, mahasiswa sebagai pengontrol pemerintah aktif menyuarakan aspirasinya lewat tulisan maupun aksi nyata. Itulah yang saya ingin lakukan dalam memberikan peran aktif bagi masyarakat dan bangsa. Karena bangsa yang hebat bukan hanya yang menghargai jasa pahlawannya. Tetapi bangsa yang hebat adalah bangsa dengan pemuda yang aktif meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan bangsa. Pemuda yang tidak apatis, peduli terhadap orang lain dan mampu menjatuhkan orang-orang di pemerintahan yang menyimpang dari kewenangannya. Walaupun seseorang tidak menjadi pengurus lembaga kemahasiswaan, bukan menjadi alasan untuk tidak menyuarakan aspirasinya. Berusahalah untuk aktif ikut serta menentang kebijakan pemerintah yang merugikan rakyat.
            Setelah lulus nanti, saya berencana kembali ke kampung halaman atau merantau di luar Jawa untuk mengembangkan ilmu yang telah didapatkan di bangku perkuliahan. Masih banyak daerah-daerah yang perlu mendapatkan perhatian pemerintah. Oleh karena itu, harapannya kepada para pemuda untuk bisa mengembangkan potensi keilmuannya di daerah masing-masing. Karena potensi daerah Indonesia ini sangat besar. Amat disayangkan jika setelah lulus nanti, pemuda ikut mencari pekerjaan ke ibukota. Ubahlah mindset kita bahwa para pemuda bukan hanya mencari pekerjaan, tetapi menciptakan pekerjaan bagi kemajuan bangsa Indonesia ini. Karena Indonesia membutuhkan entrepreneur-entrepeneur berjiwa sosial tinggi. Maju terus bangsaku menuju Indonesia sejahtera dan bermartabat.

            Beberapa mimpi saya yang ingin dicapai antara lain berkarier di PT Astra International bagian agroindustri, mengembangkan usaha agroindustri di daerah tempat tinggal saya, dan mampu menjadi pemimpin di Jawa Barat, khususnya Kabupaten Kuningan. Saya ingin berkontribusi bagi Indonesia minimal dari daerah sendiri, sumber daya alam yang melimpah di Kabupaten Kuningan sudah seharusnya dikenal oleh Bangsa Indonesia. Melalui pengembangan mekanisasi di bidang pertanian, umumnya pertanian dalam arti luas. Saya ingin membuktikan bahwa putra daerah Kuningan mampu bersaing dengan orang-orang kota untuk mengembangkan alat ataupun pengolahan hasil pertanian yang produktif dan berkelanjutan. Mulai dari diri sendiri, mulai dari hal kecil untuk melakukan perubahan bagi Indonesia. Dengan aktif di kegiatan keilmiahan, mengikuti lomba inovasi, konferens, kongres, serta aktif dalam kegiatan kemahasiswaan Nasional khususnya di bidang keteknikan pertanian merupakan bentuk kontribusi saat ini sebelum ke arah yang lebih luas. Mimpi terbesar saya bagi Indonesia adalah memajukan teknologi pertanian Indonesia melampaui Jepang, Belanda, dan Amerika Serikat. Petani menjadi sejahtera menuju Indonesia Adidaya.